Rekomendasi Buku: The Long Way to A Small Angry Planet
Kalau sekarang ada pekerjaan tukang gali sumur, nanti kalau peradaban manusia sampai tingkat tiga menurut standard Kardashev mungkin akan ada pekerjaan tukang gali wormhole. Di Novel The Long Way to A Small Angry Planet karya dari Becky Chambers inilah diceritakan pekerjaan para awak kapal Wayfarer bagaimana caranya membuat wormhole. Wayfarer adalah sebuah kapal luar angkasa yang awak kapalnya terdiri dari beberapa spesies berbeda. Yep, SPESIES berbeda!
Ashby Santoso, seorang manusia yang menjadi kapten dari Wayfarer. Rosemary Harper, manusia, yang bertugas untuk mengurusi administrasi dari Wayfarer. Kizzy Shao dan Jenks, dua manusia yang bertugas sebagai mekanik, meskipun Jenks adalah manusia yang telah melakukan perubahan-perubahan genetik yang membuatnya sedikit berbeda dengan manusia lainnya. Artis Corbin, manusia, bertugas untuk membuat bahan bakar dari Wayfarer yang terbuat dari tumbuhan alga. Kemudian ada Sissix, pilot dari Wayfarer. Sissix adalah perempuan dari bangsa Aandrisk. Bangsa Aandrisk digambarkan mirip dengan kadal yang berjalan dengan dua kakinya. Lalu ada Dr. Chef, seorang veteran perang dari bangsa Grum yang bertugas sebagai dokter sekaligus koki. Kemudian karakter yang menurut saya paling menarik dari buku ini yang bernama Ohan, seorang fisikawan dari bangsa Sianat yang bertugas menjadi navigator Wayfarer saat melakukan pembuatan wormhole.
Petualangan dalam The Long Way to A Small Angry Planet dimulai ketika Ashby dan awak kapalnya menerima tugas untuk membuat wormhole dari Lembaga persatuan antar spesies di galaksi Bima Sakti yang bernama Common Galaxy. Diceritakan bahwa Common Galaxy sedang dalam proses diplomasi untuk mengajak Toremi-Ka, sebuah klan dari bangsa Toremi untuk bergabung menjadi anggota Common Galaxy. Wormhole dibutuhkan untuk memperpendek jarak antara wilayah kekuasaan Common Galaxy dengan wilayah kekuasaan klan Toremi-Ka. Diplomasi politik ini bertujuan untuk mempermudah akses ke wilayah pusat galaksi dimana terdapat banyak lubang hitam. Di mana ada lubang hitam, maka akan terdapat banyak sel Ambi. Di pasaran, sel Ambi dijual dengan harga yang sangat mahal. Dalam buku ini, diceritakan bahwa Ambi adalah sel yang dapat digunakan sebagai bahan energi yang dapat menggerakan kapal luar angkasa dan mesin-mesin canggih seperti bor untuk ‘merobek’ ruang untuk membuat wormhole. Sebenarnya, Ambi tersebar di seluruh alam semesta, namun ambi harus diekstrak terlebih dahulu karena sel Ambi menyatu dengan partikel lainnya. Proses ekstraksi ini lah yang menyulitkan dan membutuhkan tenaga yang sangat besar. Namun, pengkestrakan Ambi yang terjadi secara alamiah berada di sekitaran Lubang Hitam (Blackhole). Tenaga gravitasi yang sangat besar dari lubang hitam membuat Ambi terekstrak dengan sendirinya sehingga di sekitaran lubang hitam terdapat Ambi yang melimpah yang dapat dipanen dengan mudah.
Masalahnya adalah, pusat galaksi dimana banyak lubang hitam dan terdapat terdapat sel Ambi, adalah kekuasaan dari bangsa Toremi. Wilayah ini adalah wilayah yang tidak terjamah oleh para anggota Common Galaxy karena bangsa Toremi adalah bangsa yang sangat sangat sangat pemarah. Toremi tidak menyukai pendatang yang masuk ke wilayah kekuasaan mereka. Jika kapal dari bangsa lain masuk ke wilayah kekuasaan para Toremi, tak jarang kapal itu langsung diserang habis-habisan. Toremi hidup dengan sistem klan yang dipimpin oleh seorang induk yang mereka sebut ‘New Mother’. Dan klan-klan tersebut tidak saling menyukai dan berperang satu sama lainnya. Singkatnya, pusat galaksi adalah wilayah konflik antar klan bangsa Toremi itu sendiri.
Jika diplomasi untuk mengajak satu klan bangsa Toremi yaitu klan Toremi-Ka berhasil, maka akan menguntungkan banyak pihak dari anggota Common Galaxy. Sebagai gantinya, Common Galaxy akan membantu klan Toremi-Ka untuk berperang dengan klan yang lain.
Bayangkan, anda adalah sebuah perusahaan kontraktor yang akan dibayar mahal untuk membuat jalan tol ke wilayah konflik seperti Suriah atau Irak. Itulah yang dirasakan Ashby, ngeri-ngeri sedap. Namun karena bayaran yang sangat besar dan jaminan keselamatan langsung dari Common Galaxy. Ashby dan para awak kapalnya menyetujui kontrak pekerjaan ini. Maka dimulai lah perjalanan panjang Ashby menuju sebuah planet yang bernama Hedra-Ka yang diisi oleh mankhluk-makhluk pemarah dari klan Toremi-Ka.
Yang menarik dari buku ini adalah sindirannya terhadap masalah di dunia yang sedang terjadi sekarang. Masalah-masalah seperti perang, perebutan kekuasaan, aliran kepercayaan, fobia-fobia dalam tingkatan sosial masyarakat disajikan penulis dalam level hubungan antar spesies dalam sebuah galaksi. Jika anda sering mengikuti berita-berita internasional pasti akan langsung mengerti ke arah mana sindiran-sindirannya ditujukan. Dengan diceritakan beragamnya spesies dengan kebudayaannya masing-masing, buku ini mengajarkan kita untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda saat akan menilai seseorang atau suatu kelompok. Kita tidak bisa menilai seseorang atau suatu kelompok hanya dari standar yang kita miliki atau yang kita percayai.
Kalau kamu menyukai hal-hal yang berhubungan dengan makhluk alien dan perjalanan interstellar, maka buku dengan halaman sekitar 400an lembar ini cocok untuk kamu. Meskipun dengan ending yang kurang asik(katanya sih mau ada terusannya), tapi membaca cukup menyenangkan dan menghibur.
Itu sih.
Udah ah.