Rekomendasi Buku: Ready Player One
Anak game yang mengalami pop kultur 80an mesti baca buku ini. Meskipun saya anak 90an dan bukan gamer, tapi bagi saya buku tentang sebuah game ini seru sekali. Buku dari penulis Ernest Cline, seorang nerd yang langsung membeli mobil De Lorean setelah bukunya ini menjadi best seller. Sebenarnya saya baru tahu Ready Player One setelah membaca buku kedua dari Ernest Cline yang berjudul Armada yang juga menceritakan tentang game.
Cerita dimulai dengan menceritakan meninggalnya James Halliday, seorang programmer jenius sekaligus miliarder yang akan mewariskan seluruh harta kekayaannya kepada siapa saja yang dapat memecahkan teka-teki yang dia berikan. Namun teka-teki yang diberikan oleh Halliday tidak berada di dunia nyata, namun berada di sebuah dunia virtual.
Semasa hidupnya, James Halliday adalah seorang pembuat game. Game terakhir dan yang paling populer yang pernah dia buat yaitu OASIS. Sebuah game virtual reality yang membuat si pemainnya dapat berinteraksi di dunia virtual. Dengan menggunakan koneksi internet, komputer, kacamata dan sarung tangan khusus, pemain OASIS dapat ‘pergi’ dari dunia nyata untuk menjelajah dunia virtual yang sangat sangat luas, saking luasnya pemain dapat pergi ke ratusan planet berbeda di dalam dunia virtual tersebut. OASIS langsung menjadi game paling populer yang bahkan mengubah tatanan hidup orang-orang di seluruh dunia. OASIS bukan hanya menjadi game, tapi berkembang menjadi dunia tempat manusia berinteraksi satu sama lain. Karena diceritakan bahwa dunia nyata saat itu adalah dunia yang tidak menyenangkan, bencana akibat dari pemanasan global, habisnya sumber daya alam, kelaparan dan penyakit ada di mana-mana, OASIS menjadi tempat pelarian dari dunia nyata. Dalam OASIS, pemain memiliki satu karakter yang mewakilkan keberadaanya di dunia virtual.
Di dunia OASIS inilah teka-teki James Halliday berada. Teka-teki tersebut terdiri dari tiga tahap, di mana setiap tahap jika terpecahkan maka pemain akan mendapat kunci dan teka-teki baru yang mengarah ke kunci tahap selanjutnya dan jika tahap terakhir telah terpecahkan, maka si pemenang dapat mengklaim hadiahnya. Sejak diumumkan oleh Halliday sendiri, para pemain di seluruh dunia pun langsung mencari kunci tersebut. Dengan hadiah yang bisa membuat pemenangnya menjadi orang terkaya di dunia, sebagian orang bahkan rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk fokus mencari teka-teki Halliday.
Namun setelah beberapa tahun sejak perburuan harta Halliday, tidak ada yang menemukan satu pun kunci yang Halliday maksud. Papan skor yang menunjukan jika ada pemain yang berhasil mendapatkan kunci dari teka-teki Halliday masih kosong tak ada yang berubah. Situasi ini terus berlanjut hingga tahun-tahun sejak pertama perburuan harta dimulai. Sebagian orang kemudian mulai tidak percaya akan adanya teka-teki ini, mereka menganggap ini hanya sebuah mitos.
Akhirnya pada tahun ke-lima sejak perburuan harta dimulai. Papan skor tiba-tiba berubah! Muncul satu nama di slot papan skor. ‘Parzival’ di urutan pertama dengan skor 10000. Ini tanda bahwa ada pemain dengan nama akun ‘Parzival’ yang berhasil mendapatkan kunci pertama dari perburuan harta James Halliday. Kabar ini langsung menyebar cepat di seluruh dunia dan membuktikan bahwa teka-teki Halliday memang nyata. Akun bernama Parzival ini ternyata milik Wade Watts, seorang remaja laki-laki 17 tahun yang tinggal di sebuah rumah trailer kumuh. OASIS bagi Wade adalah hidupnya. Sejak kecil, Wade telah dikenalkan pada OASIS oleh orang tuanya. Wade mendapatkan pelajaran dan bersekolah di dalam dunia OASIS. Hingga berumur 17 tahun, ia bekerja sebagai ahli reparasi konsol OASIS yang rusak. Namun hidupnya mulai berantakan sejak ayah dan ibunya meninggal dan Wade harus tinggal bersama bibinya. Dengan adanya perburuan harta karun James Halliday ini, Wade seperti mendapat tujuan hidup yang bisa memecahkan segala masalah yang dia punya.
Serius, menurut saya buku ini seru sekali. Petualangan Wade dan penggambaran tentang OASIS membuat saya ingin mencoba untuk bermain OASIS. Tapi di sisi lain saya juga merasa tidak nyaman terhadap keadaan masa depan yang diceritakan di buku. Keadaan dimana dunia virtual lebih menyenangkan dibandingkan dengan dunia nyata yang keadaan berantakan. Dan anonimitas menjadi sesuatu yang sangat penting, bocornya data tentang kita bisa membuat kita berada dalam keadaan yang berbahaya. Terdengar sangat familiar jika kita melihat dari isu yang sedang hangat di dunia nyata kita sekarang.